Monev MUI Pusat Bersama Pengurus Tujuh Kab/Kota MUI Babel

Pangkalpinang – Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo sebagai Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat secara resmi membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Konsolidasi Majelis Ulama Indonesia Bangka Belitung beserta MUI Kab/Kota, di Gedung Batu Berakit Rumah Dinas Gubernur. Kamis (15/08/2019).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kep. Bangka Belitung turut hadir dan memberikan tustiar penjelasan terhadapfasilitas kepada Pengurus MUI Kabupaten yang belum mendapatkan kendaraan operasional dari Pemrintah Provinsi sehingga Gubernur memberikan satu mobil masing-masing kepada Pengurus MUI Kabupaten diantaranya Kab. Bangka Barat, Kab. Bangka Selatan, Kab. Bangka Tengah sehingga kegiatan-kegiatan di Kabupaten dapat berjalan dengan aktif dan lancar.
Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo beliau merupakan wanita pertama dari Indonesia yang mendapatkan gelar doktor dengan predikat cumlaude, pada konsentrasi Fikih Perbandingan Mazhab dari Universitas Al-Azhar Kairo (Mesir), Perempuan kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah tahun 1946 merupakan ahli fikih ternama di Indonesia. Beliau sering diundang menjadi pembicara, baik dalam forum nasional maupun internasional.
Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat serta menjadi Rektor Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta, Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta.
“Dengan dilaksanakannya Monev ini untuk memberikan pemahaman kepada perwakilan pengurus MUI baik Provinsi maupun Kab/Kota tentang isu-isu yang beredar dalam Masyarakat seperti Vaksin Campak dan Rubella perlu diklarifikasi terhadap MUI Pusat menfatwakan Haram karena terkandung kandungan pankreas babi sehingga difatwakan haram akan tetapi dikaji kembali bahwa Vaksin itu belum ditemukan dengan bahan yang halal maka dengan pertimbangan bahwa penyakit campak dan rubella sangat berbahaya dan darurat sehingga memberikan fatwa halal dengan syarat apabila belum ditemukan vaksin yang telah ditemukan berbahan halal, selain itu juga membahas Aliran sesat yang telah difatwakan 10 kriteria yang termasuk aliran sesat di Indonesia, dan memberikan pengarahan kepada Pengurus MUI Provinsi maupun Kab/Kota di Kepulauan Bangka Belitung.”
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Dr Zayadi , Sekretaris Umum Drs Ahmad Lutfhi, Bendahara Nardi Prtomo, S.E(MUI Prov. Kep. Bangka Belitung), Ka. Biro Kesra Bangka Belitung (Babel) DR. H. Asraf Suryadin, M.Pd serta Pengurus MUI Pengurus Kab. Kota.

Penulis : Aqwam Aris

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.