Sosialisasi Koperasi Syariah hadir di Tanah Laskar Pelangi

Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM Kab. Belitung Timur   bersama Majelis Ulama Indonesia Babel melakukan sosialisasi koperasi syariah di Ruang Pertemuan Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM Kab. Belitung Timur. Rabu (10 Juli 2019) Manggar

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Umum MUI Prov. Babel Drs. Ahmad Luthfi, Bendahara MUI Babel Nardi Pratomo, dan 15 Perwakilan Koperasi-koperasi Kab. Belitung Timur.

Sekretaris Umum MUI Babel mengatakan bahwa dengan adanya koperasi ini diminta untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi management, keanggotaan maupun sistem yang dijalankan dengan prinsip syariah. Karena dengan beralihnya ke berbasis syariah maka benefit rizki yang diperoleh halal sehingga  mendapatkan banyak keberkahan berupa :

Mendatangkan keberkahan, telah melaksanakan satu kewajiban, menggugurkan dosa-dosa, mendapatkan cinta ilahi, dihindarkan dari api neraka,kemudahan dan rizki yang tidak disangka, dijanjikan surga.”

Bendahara MUI Babel, Nardi Pratomo mengatakan sudah ada beberapa koperasi di Babel yang berbasis syariah, namun belum memenuhi syarat. Sehingga dengan diadakannya sosialisasi koperasi syariah yang diharapkan 15 Koperasi yang hadir dalam kegiatan ini dapat beralih dari konvensional ke berbasis syariah, kegiatan ini dapat terlaksana karena dibiayai oleh Dana Hibah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Maka MUI Babel bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM Kab. Belitung Timur   mengundang cikal bakal koperasi syariah di Kab. Belitung Timur, untuk mengorganisir mereka yang hendak mengkonversi dari koperasi konvensional ke koperasi syariah diantaranya KPRI Gotong Royong, KSP Bumi Bakti Sejahtera, Koperasi Usaha Muamalat, Koperasi  Bana Sejahtera Peshub, Koperasi Dekade, Koperasi Maju Bersama Koperasi Rukun Sejahtera dan sebagainya” kata Nardi.

Dalam sosialisasi ini pelaku koperasi banyak yang bertanya bagaimana cara dan metode untuk mengubah dari koperasi konvensional ke syariah tetapi selama ini masih terbatas pengetahuan mengenai pendirian koperasi syariah. Pasalnya, memang mempunyai beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

” Terlebih dahulu jauhkan tujuh transaksi yang haram: transaksi riba, gharar (ketidakpastian), dharar (penganiayaan), maysir (perjudian), maksiat, suht (barang haram), dan risywah (suap).” Ujar Nardi

Dengan terhindarnya transaksi haram ini akan lebih mudah untuk mengkonversi koperasi konvensional  menjadi koperasi syariah namun tidak sebaliknya. Serta MUI akan membimbing dan membina koperasi koperasi yang ini mengkonversi menjadi koperasi syariah.

Penulis : Aqwam

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.