Koperasi-koperasi Kabupaten Bangka Barat  bersemangat mengikuti Sosialisasi Koperasi Syariah

Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bangka selatan bersama Majelis Ulama Indonesia Babel melakukan sosialisasi koperasi syariah di Ruang Pertemuan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian Kabupaten Bangka Barat. ( Senin, 08 Juli 2019) Mentok

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Umum MUI Prov. Babel Drs. Ahmad Luthfi, Bendahara MUI Babel Nardi Pratomo,  Kepala Bidang Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian Kabupaten Bangka Barat Aad Tirta Fujaka serta 15 Perwakilan  Koperasi-koperasi di Kabupaten Bangka Barat.

Sekretaris Umum MUI Babel mengatakan bahwa dengan adanya koperasi ini diminta untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi management, keanggotaan maupun sistem yang dijalankan dengan prinsip syariah. Karena dengan beralihnya ke berbasis syariah maka benefit rizki yang diperoleh halal sehingga  mendapatkan banyak keberkahan berupa :

Mendatangkan keberkahan, telah melaksanakan satu kewajiban,
menggugurkan dosa-dosa, mendapatkan cinta ilahi, dihindarkan dari api neraka,kemudahan dan rizki yang tidak disangka, dijanjikan surga.”

Bendahara MUI Babel, Nardi Pratomo mengatakan sudah ada beberapa koperasi di Babel yang berbasis syariah, namun belum memenuhi syarat. Sehingga dengan diadakannya sosialisasi koperasi syariah yang diharapkan 20 Koperasi yang hadir dalam kegiatan ini dapat beralih dari konvensional ke berbasis syariah, kegiatan ini dapat terlaksana karena dibiayai oleh Dana Hibah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Maka MUI Babel bekerja sama dengan  Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian Kab Bangka Barat mengundang cikal bakal koperasi syariah di Kab Bangka Barat, untuk mengorganisir mereka yang hendak mengkonversi dari koperasi konvensional ke koperasi syariah diantaranya diantaranya Koperasi Warga Peltim (KWP), KPN Bina Praja Muntok, Kopwan Subur Parit Tiga, KSP Bina Tani Sejahtera Tempilang, KSP Sinar Karya Kelapa dan sebagainya” kata Nardi.

Dalam sosialisasi ini pelaku koperasi banyak yang bertanya bagaimana cara dan metode untuk mengubah dari koperasi konvensional ke syariah tetapi selama ini masih terbatas pengetahuan mengenai pendirian koperasi syariah. Pasalnya, memang mempunyai beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

” Terlebih dahulu jauhkan tujuh transaksi yang haram: transaksi riba, gharar (ketidakpastian), dharar (penganiayaan), maysir (perjudian), maksiat, suht (barang haram), dan risywah (suap).” Ujar Nardi

Dengan terhindarnya transaksi haram ini akan lebih mudah untuk mengkonversi koperasi konvensional  menjadi koperasi syariah namun tidak sebaliknya. Serta MUI akan membimbing dan membina koperasi koperasi yang ini mengkonversi
menjadi koperasi syariah.

Penulis : Aqwam

 

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.