KOORDINASI POLDA DAN MUI BABEL  TERKAIT  PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DALAM PILKADA

KAPOLDA Prov. Kep. Bangka Belitung Irjen Pol Drs. Anang Syarif Hidayat mengatakan saat ini memasuki masa kampanye (71 Hari), ditengah pandemic Covid 19 terjadi pro dan kontra pemilukada. Berdasarkan hasil rapat pemerintah tetap memutuskan untuk dilaksanakan tetapi dengan mematuhi protokol kesehatan. Sehingga pemilukada tidak ada konvoi, tidak ada kerumunan masa seperti Kampanye.

“Adapun itu Covid 19 memberikan dampak ekonomi yang luar biasa di Babel, pertumbuhan Ekonomi -4% di Babel, karena hal itu penerbangan di Babel masih dibuka untuk membantu pertumbuhan ekonomi. Ada artikel yang mengatakan, walaupun terpuruk ekonominya Indonesia tetap tenang, karena Pilkada, karena uang terus bergerak saat Pilkada. Artinya pilkada bisa menggerakan ekonomi. Polda selalu aktif memonitori terhadap pemilukada yang sesuai protocol covid-19. Kapolda selalu menyampaikan kepada calon legislatif untuk selalu legowo terhadap hasil pemilukada. Maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap protocol kesehatan dalam pelaksanaan pemilukada 2020. Polri juga melakssanakan operasi aman nusa II dan operasi yustisi untuk mengamankan pemilukada damai, serta membentuk tim disetiap jajaran polda. serta Polda membrikan arahan untuk disetiap masjid dibuatkan kotak-kotak bagi jamaah agar memberi jarak sesama jamaah, untuk yang tidak menggunakan masker shalat diluar masjid.” Ujarnya

Peran Majelis Ulama Indonesia sangat produktif di selang waktu terjadinya covid-19. Ketua MUI Prov.Kep.Bangka Belitung, Zayadi, mengatakan MUI telah mengeluarkan fatwa-fatwa terkait Covid 19. Persoalan fikih tidak dapat di absolutekan dan tidak semua fatwa yang dikeluarkan MUI dapat diimplementasikan ke masyarakat. Persoalan-persoalan fikih tidak harus di perdebatkan, apalagi terkait protocol kesehatan, karena ini sudah ada ilmu yang mendalaminya, kita harus patuh terhadap protokol kesehatan. Kita melihat fenomena di masjid-masjid kita hampir 80% protokol kesehatan tidak dipatuhi. Cuci tangan dan wudhu itu berbeda, karena dengan mencuci tangan menggunakan sabun yang akan mematikan virus, sedangkan wudhu itu mensucikan diri. MUI Babel mengharapkan pada ketua masjid untuk memberi kesadaran terhadap jamaah untuk mematuhi protocol kesehatan.

“MUI bekerjasama terhadap kapolda agar bekerjasama terhadap masyarakat dalam pemilukada 2020. Sekarang masyarakat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pemilu. Partisipasi poltik umat kita dari hari ke hari meningkat, namun golput juga tinggi. Kita sebagai pemimpin agama mengajak masyarakat untuk mengajak masyarakat memberi kontribusi terhadap pemilihan. Terkait money politik tidak boleh, bagaimana kita memberikan tausyiah terhadap masyarakat untuk tidak menerima money politik karena dilarang oleh agama. Pemilu damai adalah tanggung jawab bagi kita semua, mari kita menciptakan kedamaian dalam pemilukada 2020.” Ucapnya  

Arahan tersebut disampaikan dalam acara Silaturahim dan sosialisasi Pemilukada Damai ini disenggarakan oleh Pemprov Babel yang bekerja sama dengan POLDA Babel dan MUI Babel bertempat Gedung Mahligai yang dihadiri oleh KAPOLDA, Ketua MUI Babel dan Pengurus MUI Kab/Kota serta Pengurus Masjid Se Bangka.

Penulis : Aqwam

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.